Idul Fitri dan Jalan Pulang
Malam-malam itu kian menipis. Seperti nafas yang perlahan dipendekkan…seperti tamu yang diam-diam berkemas tanpa banyak kata. Ramadhan tidak pernah benar-benar pamit. Ia tidak mengetuk pintu hati kita sambil berkata, “Aku akan pergi.”Ia hanya… perlahan menjauh. Dan tiba-tiba, kita tersadar—bahwa yang hangat itu sudah mulai dingin,yang hidup itu mulai meredup,dan yang dekat… perlahan terasa jauh kembali. […]




