SERIAL: “Jejak Kecil di Rumah Kita”

Saat Emosi Orang Tua Menular: Mengapa Anak Ikut Meledak?

Pukul 17.30. Langit mulai jingga. Di sebuah rumah sederhana di Simpang Empat, seorang ibu muda terburu-buru menyelesaikan masakan. Di jeda kesibukannya, ia memanggil anak lelakinya, Faiq, yang sejak tadi asyik bermain mobil-mobilan. “Faiq, mandi dulu ya. Magrib sebentar lagi.” Tidak ada jawaban. “Faiq… sudah sore. Ayo mandi.” Tetap tidak ada respon. Ia menghampiri. Dan saat […]

Pelukan yang Terlambat: Saat Ibu Menyadari Ada Hari yang Tak Bisa Diulang

Pagi itu, hujan turun perlahan. Langit kelabu, dan aroma tanah basah memenuhi halaman rumah kecil keluarga Bu Hilya. Ia sedang menyiapkan sarapan sambil menunggu anaknya, Rasyid, yang kini duduk di kelas 5 SD. Biasanya, Rasyid akan turun dari kamar sambil berlari kecil lalu memeluk ibunya dari belakang—kebiasaan sejak kecil yang tak pernah hilang.Namun, pagi itu […]

Uang Jajan yang Hilang: Saat Kejujuran Anak Terbentuk Tanpa Sengaja

Pagi itu suasana rumah agak chaos. Semua orang terburu-buru. Aku siap berangkat, istriku nyiapin sarapan, dan Aisyah serta Rehan lagi sibuk pilih pensil warna yang—entah kenapa—selalu hilang satu per satu setiap minggu. Di tengah keramaian itu, Aisyah tiba-tiba panik. “Buuu… uang jajanku hilang! Yang lima ribu itu loh!” Aku refleks nengok.Rehan langsung berdiri kaku.Gerakannya terlalu […]

Tangisan Magrib Itu Bukan Karena Nakal: Anak yang Butuh Pegangan

Magrib selalu punya suasana khas. Udara lebih dingin, langit berubah cepat, dan rumah tiba-tiba kerasa lebih sunyi. Orang tua zaman dulu selalu bilang, “Anak jangan dibiarkan main waktu magrib.”Dulu aku pikir itu cuma mitos.Sampai suatu hari… aku paham sendiri kenapa. Waktu itu, azan baru saja berkumandang. Aku sedang bersiap-siap wudhu, sementara istriku membereskan mainan yang […]

Guratan Krayon di Tembok: Kenangan yang Ternyata Menyembuhkan Luka

Pagi itu aku sedang buru-buru. Ada rapat, ada laporan yang harus dikirim, dan otak rasanya udah kayak 15 tab browser yang semuanya nge-lag.Aku berjalan cepat menuju dapur—dan langsung berhenti. Tembok dekat ruang tamu… penuh coretan.Serius. Penuh banget.Merah, biru, kuning, hijau—semua warna krayon yang pernah kubeli sepertinya sudah berkontribusi di sana. Dan di tengah masterpiece level […]

Pertanyaan yang Tidak Kujawab: Saat Anak Mencari Pahlawan di Rumahnya Sendiri

Malam itu rumah sudah tenang. TV dimatikan, dapur beres, dan udara dingin dari luar masuk lewat jendela. Aisyah dan Rehan sudah pakai piyama, siap tidur. Aku duduk di sofa sambil scroll-scroll berita—kebiasaan tidak sehat menjelang tidur yang entah kenapa tetap kulakukan. Tiba-tiba Rehan duduk di sampingku. Pelan banget. Kayak dia takut mengganggu. Ia membawa buku […]

Sepiring Nasi yang Dinginnya Mengingatkanku tentang Kehangatan Keluarga

Sore itu meja makan sudah rapi. Piring tertata, gelas berbaris, dan aroma sayur bening yang baru matang memenuhi ruangan. Aisyah dan Rehan sudah duduk manis, sambil sesekali ngintip ke arah pintu. Mereka menunggu satu hal: aku. Tapi aku… masih sibuk. Laptop terbuka. WA web bunyi terus. Ada satu pekerjaan yang “katanya” harus segera diselesaikan. Dan […]

“Ayah, Lihat Aku Dong: Pelajaran dari Tatapan yang Menunggu Jawaban”

Aku masih ingat sore itu. Hujan turun tipis-tipis, aroma tanah basah masuk lewat jendela, dan ruang tamu rasanya jadi cozy banget. Aku duduk sambil scroll HP—biasalah, kerjaan, grup, notif, dan hal-hal yang entah kenapa selalu terasa urgent meskipun sebenarnya… ya nggak penting-penting amat. Di tengah fokus yang sok sibuk itu, ada suara kecil yang pelan […]

Ketika Aisyah Menutup Pintu Kamarnya: Isyarat Kecil yang Hampir Aku Lewatkan

Hari itu rumah sebenarnya adem-ayem. Tidak ada drama besar, tidak ada suara pecah piring, tidak ada ribut rebutan remote TV. Tapi di tengah keheningan itu, ada satu suara yang bikin aku agak merinding: pintu kamar Aisyah tertutup… pelan. Bukan dibanting.Bukan ditutup keras.Justru pelan banget—dan itu yang bikin aneh. Biasanya, kalau lagi kesel, anak jelas terlihat […]

Yayasan Darul Hikmah Pasaman Barat hadir sebagai ruang tumbuhnya generasi berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan siap menghadapi dunia yang makin kompetitif.

Ikuti Sosial Media Darul Hikmah