Kegelapan yang Mematikan

Kegelapan yang Mematikan

 Oleh: Zahruni Aisyah

( Santriwati SMA IT Darul Hikmah )

Pada kesempatan kali ini, aku akan membahas tentang islam, iman, dan ihsan. Aku yakin, kalian sudah tahu apa itu islam dan iman (jika kalau kalian belum tahu, maka pengetahuan kalian perlu dipertanyakan). Maka dari itu, aku akan berfokus dalam pembahasan tentang ihsan. Secara bahasa, ihsan berasal dari kata ahsana, yang berkaitan dengan melakukan sesuatu dengan baik, memperindah, atau memberikan kebaikan.

Aku akan mengambil sedikit penjelasan tentang perjalanan turunnya hadist yang menjelaskan tentang ihsan. Pada saat itu malaikat Jibril turun ke bumi dalam rupa seorang pria tampan, dan mengenakan pakaian yang putih bersih. Tak nampak di bajunya bekas kotoran yang menunjukkan bahwa ia telah melakukan perjalanan yang jauh. Namun, tak seorang pun dari para sahabat yang duduk bersama Nabi, mengenali pria tersebut.

Kemudian, ia duduk sangat dekat dengan Nabi, hingga lututnya menyentuh lutut Nabi SAW. Ia bertanya kepada Nabi tentang lima perkara: islam, iman, ihsan, hari kiamat, dan tanda-tanda hari kiamat. Nabi menjawab pertanyaan tentang ihsan dengan penjelasan, “ Beribadahlah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak dapat melihatnya, maka sesungguhnya Dia melihat engkau.” setelah lima pertanyaan yang diajukan malaikat Jibril dijawab oleh nabi Muhammad SAW. Maka malaikat Jibril kembali ke langit.

Jadi, maksud dari ihsan adalah, kita beribadah seakan-akan kita melihat Allah. Namun, jikalau kita belum mampu untuk sampai pada tahap itu, maka beribadahlah seakan-akan Allah melihat kita. Beribadahlah dengan khusyuk dan bersungguh-sungguh. Namun, yang ingin aku tekankan disini adalah, bukan hanya ibadah kita saja yang harus ditingkatkan sampai ke tahap itu. Melainkan kita juga harus meningkatkan rasa takut saat mengerjakan maksiat.

Masih banyak orang yang tidak merasakan takut saat mengerjakan maksiat ketika mereka seorang diri. Saat di depan banyak orang, mereka terlihat begitu MasyaAllah, namun Na’udzubillahnya di kala sedirian mereka melakukan sesuatu yang dibenci oleh Allah. Ya, aku tahu, tidak ada manusia yang luput dari dosa, kita semua adalah para pendosa yang hina. Namun aku hanya ingin mengingatkan bahwa, ketahuilah! Di saat kita sendirian, di saat kita berada di ruangan yang menurut kita ruangan itu aman, tak ada sepasang mata pun yang melihat, ada Allah yang selalu melihat dan mengawasi kita. Allah sangat dekat dengan kita, lebih dekat dari urat nadi kita sendiri.

Namun, kembali lagi ke kalimat di atas, kita adalah makhluk yang tidak luput dari dosa. Jikalau kita kembali terjerumus ke dalam gelapnya maksiat, maka segera bangkit dan kembali bertobat kepada Allah SWT. Di saat kita kembali dalam keadaan merangkak, maka Allah akan berjalan kearah kita. Jika kita kembali dalam keadaan berjalan, maka Allah akan berlari kearah kita. Allah tidak akan pernah bosan mendengar permohonan ampun dari hamba-Nya. Allah tidak akan pernah memandang hina kita yang selalu terjerumus ke dalam maksiat, melainkan Allah akan merangkul kita dengan ampunan, rahmat, dan kasih sayang-Nya.

Jadi, teman-teman semuanya, terus tinggkatkan iman dan pengetahuan kita hingga Allah ridho terhadap kita, dan hingga kita kembali ke pangkuan-Nya. Semoga kita kembali ke pangkuan Allah dalam keadaan suci dari dosa dan di masukkan ke dalam surga firdaus-Nya. Aamiin Yaa rabbal ‘alamiin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Terkait

Yayasan Darul Hikmah Pasaman Barat hadir sebagai ruang tumbuhnya generasi berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan siap menghadapi dunia yang makin kompetitif.

Ikuti Sosial Media Darul Hikmah