

Ironi di Negeriku: Ibu yang Lupa Nama Anak-Anaknya merupakan kumpulan puisi terbaik yang merekam potret Indonesia dalam beragam wajah: Indah sekaligus getir, ramah namun menyimpan banyak luka. Para penyair mengangkat berbagai isu, mulai dari pendidikan, politik, penegakan hukum, kerusakan sumber daya alam, hingga keresahan sosial dengan bahasa yang tajam, puitis, dan penuh makna.
Buku ini lahir dari Lomba Menulis Bersama Uda Agus (LMBUA) 2026 yang mengusung tema “Indonesiaku“. Sebanyak 70 karya puisi terbaik terpilih untuk diterbitkan dalam buku ini. Setiap sajak menghadirkan sudut pandang yang kritis sekaligus penuh harapan, mulai dari Aku Juga Ingin Menjadi (B)abu, Panduan Singkat Mengkritik Negara, Sajak dari Hindia Belanda, hingga Ibu yang Lupa Nama Anak-Anaknya.
Melalui kumpulan puisi ini, pembaca diajak merenung dan mendengar denyut kehidupan negeri melalui untaian kata-kata yang terkadang lirih, terkadang lantang menggugat. Indonesia hadir bukan sekadar sebagai negeri yang dipuja, melainkan sebagai rumah yang terus dipertanyakan: Masihkah ia mengenali anak-anaknya sendiri?
Salah satu dari 70 penyair terbaik nasional yang karyanya terpilih dalam buku ini adalah Ustadz Agus Hendra, pegawai Yayasan Daarul Hikmah Pasaman Barat yang telah lama mendedikasikan dirinya di dunia pendidikan. Selain aktif sebagai pendidik, ia juga dikenal sebagai kontributor Humas media Darul Hikmah dan terus belajar berkarya di bidang literasi.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa ikut serta bersama teman-teman penyair terbaik lainnya dalam buku ini. Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat bagi saya dan generasi muda untuk meluangkan waktu pada hal-hal yang bermanfaat dan produktif, salah satunya melalui kegiatan menulis,” ujar Ustadz Agus Hendra.
Ia juga berharap kehadiran buku ini tidak hanya menjadi bacaan, tetapi mampu membangkitkan kesadaran bersama. “Yang paling penting dari buku ini adalah bagaimana kerisauan yang diangkat dapat memantik kesadaran kita untuk ikut mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi negeri yang kita cintai,” tambahnya.
Keikutsertaan Ustadz Agus Hendra dalam buku Ironi di Negeriku menjadi kebanggaan tersendiri bagi Keluarga Besar Yayasan Daarul Hikmah Pasaman Barat. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi para pendidik, pelajar, dan generasi muda untuk terus berkarya, mencintai literasi, serta berkontribusi bagi bangsa melalui tulisan.
Editor : Humas Darul Hikmah